Home / Hubungan / 5 Tahap Jatuh Cinta Menurut Sains

5 Tahap Jatuh Cinta Menurut Sains

Jatuh cinta adalah sebuah proses alami yang begitu indah tetapi cukup rumit. Jika Anda perhatikan, orang yang sedang jatuh cinta bisa bertingkah aneh dan konyol, bahkan terkadang bisa melakukan hal-hal yang di luar akal sehat.

Cinta memang begitu menakjubkan. Namun, bukan berarti cinta adalah sebuah misteri yang tak bisa dijelaskan sama sekali. Ternyata, para ahli berhasil merumuskan lima tahap penting dalam proses jatuh cinta berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh Anda. Penasaran apa yang terjadi pada tubuh Anda ketika dimabuk cinta? Segera simak tahap jatuh cinta menurut sains berikut ini:

1. Terpikat

Sebelum Anda jatuh cinta pada seseorang, Anda tentu akan merasakan ketertarikan yang hebat pada awal bertemu atau berbicara. Ada banyak hal yang bisa membuat seseorang tampak memikat di hati Anda, misalnya penampilan, suara, cara berbicara, bahasa tubuh, usia, atau kesamaan sifat dan latar belakang.

Pada tahap pertama ini, hal-hal yang membuat dirinya memikat akan mengaktifkan bagian otak Anda yang bernama reseptor opiod. Reaksi otak ini serupa dengan reaksi yang muncul ketika tubuh menerima obat pereda nyeri yaitu morfin. Bagian opioid bertanggung jawab untuk mengendalikan perasaan suka atau tidak suka akan suatu hal.

Sebuah studi dalam jurnal Molecular Psychiatry tahun 2014 mengungkap bahwa para peserta penelitian yang diberi morfin cenderung lebih mudah merasa terpikat pada orang lain dibandingkan mereka yang tidak diberikan morfin. Ini berarti aktivitas otak memang berperan sangat penting pada proses jatuh cinta.

2. Kasmaran

Hormon norepinefrin yang merupakan stimulan juga akan membuat Anda sulit tidur. Selain itu, saat bersama dengan orang yang Anda sukai, Anda tiba-tiba jadi lebih perhatian soal segala hal tentangnya. Mulai dari caranya tersenyum, tawanya, atau ekspresi wajahnya. Ini karena hormon tersebut membuat Anda jadi lebih waspada, sama seperti efek yang dialami setelah Anda mengonsumsi minuman berkafein.

3. Dunia berputar di sekitar Anda

Ketika Anda berusaha untuk mengenal dan mencari tahu soal dirinya lebih dalam, Anda akan masuk dalam tahap jatuh cinta yang ketiga. Dalam tahap ini, peredaran darah menuju bagian otak yang disebut nukleus akumben meningkat jadi lebih deras.

Nukleus akumben adalah bagian otak yang mengendalikan kenikmatan dan penghargaan (reward). Maka, ketika Anda sedang bersama orang yang Anda sukai atau memikirkan soal dirinya, otak akan membacanya sebagai bentuk kenikmatan dan reward bagi diri Anda.

Hal ini mirip dengan reaksi otak terhadap candu. Karena otak sudah menerima informasi seputar kekasih Anda sebagai hal yang memuaskan, otak akan terus memerintahkan Anda untuk memenuhi kebutuhan Anda akan dirinya. Inilah yang membuat Anda selalu mendambakan sosoknya dan tak pernah bosan dengan dirinya di awal masa jatuh cinta. Hidup Anda pun jadi berputar di sekitar kekasih. Apa pun yang Anda lakukan atau pikirkan, sosoknya pasti muncul dalam benak Anda. Anda juga jadi rela melakukan apa saja demi menyenangkan dirinya, bahkan hal-hal yang konyol atau sulit sekalipun.

4. Cinta itu buta

Jatuh cinta membuat kadar zat-zat tertentu dalam otak seperti serotonin berkurang, terutama pada laki-laki. Kondisi ini banyak diamati pada orang-orang yang mengidap gangguan obsesif kompulsif (OCD). Pasalnya, kadar serotonin yang rendah menjadi alasan mengapa Anda jadi merasa begitu terobsesi pada pasangan.

Perasaan ini juga menyebabkan Anda untuk mengabaikan sifat-sifat negatif pasangan dan hanya mau melihat sifat-sifat positifnya saja. Inilah mengapa banyak orang bilang bahwa cinta itu buta. 

5. Berkomitmen pada satu sama lain

Lama-lama tubuh Anda akan mulai terbiasa dengan berbagai perubahan yang terjadi pada hormon, otak, dan fungsi tubuh lainnya ketika jatuh cinta. Karena itu, Anda pun mulai merasa lebih nyaman, tak lagi gugup sampai keringatan atau sakit perut ketika bersamanya. Inilah tahap jatuh cinta yang terakhir, yaitu membangun komitmen dan ikatan berdua.

Dua hormon yang berperan penting dalam tahap ini adalah oksitosin dan vasopresin. Keduanya juga sering disebut sebagai hormon cinta. Meningkatnya oksitosin dan vasopresin dalam tubuh akan membuat Anda merasa tenteram dan aman ketika sedang bersama dengan pasangan atau saat Anda hanya memikirkannya saja. Inilah yang mendorong Anda dan pasangan untuk saling berkomitmen pada satu sama lain.

Check Also

9 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Kepercayaan Diri Kamu

9 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Kepercayaan Diri Kamu

Mempertahankan kepercayaan diri itu susah. Apalagi pada setiap harinya, selalu ada saja cobaan dan gangguan …